Kepada yang baru saja pergi


Ya, Memang sudah seharusnya kami duduk diatas meja
Bercengkrama dibatasi bilik merah, sembari membual menghambur-hamburkan kata

Detik berkedip, angka berputar, cerca menghujam tak manusiawi
Sementara Sang ratu duduk, bersandar tak tahu diri
Dimainkannya ayat-ayat suci

Tak peduli itu untung atau rugi
Yang jelas, semua sabdanya wajib di amini

Mungkin kali ini kau gugur kawan,
Tapi bukan mati
Kau tak lagi diantara kami
Tapi bukan pergi
Langkahmu menginspirasi
Dan ketiadaanmu menjadi bukti, bahwa masih ada pemimpin-pemimpin dzalim di negeri ini.

Vildri Is Fajar, Bandung, 16 Februari 2018

Comments

Popular Posts